1. Sang predator puncak di lautan

Menurut FossilEra, seekor megalodon biasa memiliki berat sekitar 12 hingga 60 ton, dengan panjang kira-kira 11 hingga 13 meter. Dalam kasus langka, seekor megalodon bisa memiliki berat hingga 70 ton dan mencapai panjang hingga 20 meter. Bayangkan saja seekor ikan seukuran bus dengan gigi setajam silet dan kalian akan mendapatkan bayangan tentangnya.

Sebagai perbandingan, Kronosaurus dan Liopleurodon yang hidup pada zaman Mesozoikum roulette online uang asli hanya memiliki berat maksimal 40 ton. Sedangkan hiu putih besar hanya memiliki berat sekitar 520 kg sampai 1,1 ton. Tentu saja, hal ini membuat megalodon sebagai mesin pembunuh yang brutal.

2. Sering memburu paus bungkuk

Semakin besar ukuran seekor hewan, maka semakin besar pula nafsu makannya. Hal yang sama juga berlaku pada megalodon. Seperti dijelaskan dalam Natural History Museum, mereka sering memburu mangsa dengan berbagai ukuran, mulai dari lumba-lumba, penyu, hiu lainnya hingga paus bungkuk.

Mengingat rahangnya yang kuat dan bisa mencapai ukuran 3,4 meter, kekuatan gigitan megalodon bisa mencapai 180.000 Newton. Tak heran kalau bekas gigitan mereka sering ditemukan di fosil paus. Sebagai perbandingan, hiu putih besar juga dapat menyerang paus bungkuk, tetapi cenderung mengincar mangsa yang lebih “rapuh” dan mudah diburu.

3. Mereka tersebar di seluruh dunia

Selama masa kejayaannya, megalodon hidup di seluruh pelosok dunia. Fosil-fosilnya telah ditemukan di Amerika Utara dan Selatan, Eropa, Afrika, Puerto Rico, Kuba, Jamaika, Kepulauan Canary, Australia, Selandia Baru, Jepang, Malta, Grenadines, dan India. Selain itu, mereka juga memiliki umur panjang sekitar 20 sampai 40 tahun. Megalodon adalah hewan homeotermik, yang berarti mereka dapat mempertahankan suhu tubuh secara stabil terlepas dari lingkungan mereka. Namun, temuan baru-baru ini membuktikan kalau mereka akan pergi ke dekat pantai untuk melahirkan.

4. Mereka sangat cepat

Megalodon tidak hanya besar, ‚Äčtapi juga sangat cepat. Pada tahun 1926, peneliti M. Leriche menemukan kolom vertebral dari seekor megalodon. Dari sinilah, para peneliti megalodon dapat mengetahui lebih jauh tentang perilaku hiu raksasa ini. Karena bentuk tulang belakangnya yang unik, megalodon mampu mengunci mangsanya dengan rahangnya yang kuat, kemudian terus menariknya sampai daging mereka robek. Selain itu, mereka juga mampu mencapai kecepatan sampai 22 kilometer per jam.

5. Mereka sering mati kelaparan

Tidak ada bukti pasti mengapa megalodon bisa punah. Namun, para peneliti yakin kalau nafsu makan mereka lah yang menjadi salah satu alasannya. Sekitar 2,6 juta tahun yang lalu, permukaan laut berubah dengan cepat dan itu berdampak besar pada sumber makanan megalodon.

Melansir Laboratory News, sekitar sepertiga dari semua mamalia laut besar punah pada saat itu, di mana sisanya akan dikonsumsi oleh predator laut yang lebih kecil dan gesit. Di tengah persaingan yang semakin ketat, megalodon membutuhkan banyak makanan hanya untuk menjaga suhu tubuh mereka.